Selasa, 02 September 2008

Dapat gelar seperti ini....MALUNYA AKU...

Hutan Indonesia mengalami krisis yang sangat parah. Buku rekor dunia edisi tahun 2008 memasukkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat penghancuran hutan tercepat diantara negara-negara yang memiliki 90% dari sisa hutan di dunia. Dalam Setiap jamnya hutan Indonesia telah hancur dalam luasan 300 kali luas lapangan sepak bola.

Akibat besarnya laju kerusakan hutan tersebut, Indonesia telah kehilangan ¾ bagian dari luas kawasan hutan alamnya (sekitar 72%) dan dari jumlah tersebut 40%-nya telah hilang.

Penyebab terjadinya kerusakan hutan yang “Maha Dahsyat” ini adalah : Kegiatan penebangan hutan skala besar oleh perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk industri kertas, Kebakaran hutan, praktek-praktek penebangan ilegal, serta perluasan perkebunan kelapa sawit.

Pengundulan hutan telah menyumbang 1/5 dari jumlah keseluruhan emisi gas rumah kaca yang mendorong terjadinya perubahan iklim dunia, yang akan menyebabkan kekeringan berkepanjangan, banjir yang meluas serta tenggelamnya pulau-pulau akibat kenaikan permukaan air laut.

Saat ini Indonesia menempati urutan ketiga tertinggi di Dunia dalam emisi gas karbonioksida setelah Amerika Serikat dan Cina, Akibat penggundulan hutan, pengeringan ekosistem gambut dan kebakaran hutan.

Hutan gambut yang merupakan cadangan penyimpan karbon yang sangat besar. Sayangnya saat ini hutan gambut mengalamai ancaman yang sangat serius karena perluasan perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran untuk memenuhi permintaan dunia yang besar akan minyak kelapa sawit. Minyak kelapa sawit digunakan sebagai salah satu bahan penting dalam industri makanan, kosmetika dan bahan bakar nabati.

Greenpeace mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk segera menyelamatkan hutan-hutan yang tersisa di Indonesia dengan menuntut pemerintah untuk :

1. Segera menerapkan penghentian sementara (moratorium) atas seluruh kegiatan konversi hutan termasuk pembalakan dan pengeringan lahan gambut
2. Merehabilitasi lahan gambut yang rusak dengan menanam tumbuhan yang alami.
3. Menghentikan kebakaran hutan dan lahan gambut
4. Mencabut semua ijin konsesi HPH di Indonesia
5. Menghentikan konversi lahan hutan untuk keperluan perkebunan kelapa sawit dan industri kertas di Indonesia


Sumber: http://www.greenpeace.org/seasia/id/forest-defenders-indonesia

Jumat, 06 Juni 2008

Konsep Percaya Diri Wanita Masa Kini (Kosmetika)

Wanita selalu dilambangkan dengan kecantikan, suatu predikat yang membuat wanita merasa dirinya diakui sebagai wanita seutuhnya. Karena hal itu mereka akan melakukan apa pun untuk mencapai predikat tersebut.

Kecantikan memiliki banyak pengertian dari berbagai sudut pandang. Sehingga kecantikan tidak hanya dapat dinilai atau dilihat dari satu sisi saja namun harus dari berbagai sisi. Namun sebagian orang, khususnya wanita mengartikan kecantikan secara lahiriyah. Karena penilaian awal pada seseorang di mulai dari penampilan fisik luar.

Seperti yang sudah dikemukakan diatas bahwa wanita akan merasa dihargai dan diakuai jika dia dinilai cantik. Perasaan ingin dihargai dan diakui ini merupakan parasaan yang wajar bagi seorang individu. Murray (lih. Crider,dkk., 1983) mengemukakan salah satu kebutuhan manusia adalah Exhibition Need dimana seseorang ingin menampilkan dirinya secara menonjol sehingga di lihat keberadaanya dan diakui (Pengantar Psikologi Umum.,Pror.Dr.Bimowalgito., hal:231).

Di akui atau tidaknya seorang wanita dalam segi kecantikan sangat mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Bagaimana dia bersikap terhadap lingkungannya ditentukan juga dari bagai mana lingkungan menyikapinya. Lagi-lagi penampilan fisik dan kecantikan menjadi hal utama yang mempengaruhi persepsi lingkungan terhadap seorang wanita.

Anggapan bahwa mereka cantik atau tidak adalah salah satu factor yang mempengaruhi tingkat percaya diri wanita. Hasil penelitian “The Real Truth About Asian Beauty” menunjukan bahwa hanya 3 persen wanita Asia yang berani menyatakan dirinya cantik dan hanya 1 persen wanita Indonesia yang menyatakan dirinya cantik (SriwijayaPost, Minggu 17 Juli 2005, Hal: 16). Hasil penelitian tersebut menggali beberapa aspek kehidupan tentang wanita dan kaitannya dengan kecantikan. Termasuk diantaranya definisi tentang kecantikan yang dimiliki, beserta dampaknya terhadap kepercayaan diri, dan pengaruh media massa dan iklan dalam membentuk persepsi kecantikan di masyarakat.

“ Dari segi psikologis, apa yang di ungkapkan oleh para wanita didalam penelitian ini secara tidak langsung mengartikan bahwa wanita ingin merasa cantik dengan segala keunikannya yang mereka miliki. Namun dikarenakan adanya stereotyping yang sudah mengakar didalam masyarakat tentang bagaimana seharusnya kecantikan wanita itu dilihat, in menjadi sebuah tantangan.” Kata Dra. Ratih Anjani Ibrahim S.Psi, MM (Sriwijaya Post,Minggu 17 Juli 2005, hal: 16).

Dari pemaparan diatas jelas sudah bagaimana kecantikan atau penampilan fisik itu mempengaruhi rasa percayadiri. Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya (www.e-psikologi.com).

Untuk menimbulkan rasa percaya diri tersebut, salah satu caranya yaitu usaha dalam mempercantik diri. Berbagai hal pun dilakukan. Menggunakan kosmetik adalah salah satu cara untuk mempercantik diri mereka. Pada dasarnya kosmetik di gunakan untuk mempercantik diri.

Mempercantik diri berarti membuat diri menjadi cantik, dari yang tidak cantik menjadi cantik. Kosmetik selain digunakan untuk merawat kecantikan yang sudah ada, juga di gunakan untuk menutupi kekurangan yang ada pada penampilan fisik seorang wanita yang membuat mereka tidak percaya diri(Digital Libarary Of ITB: www.digilib.itb.ac.id). Lagi-lagi kecantikan menjadi menjadi tolak ukur suatu rasa percaya diri.

Namun ternyata tidak semua wanita berpandapat seperti itu. Yayasan Jurnal Perempuan pernah melakukan penelitian pada 100 remaja putri di Jakarta mengenai "Remaja Putri Melek Media". Penelitian menunjukkan hampir sebagian besar responden menyatakan tidak setuju dengan konsep cantik seperti yang digambarkan oleh media, yaitu kurus, tinggi, langsing, dan berambut lurus. Tentu hal ini agak melegakan karena ternyata cewek-cewek itu cukup cerdik, memiliki prinsip sehingga tidak begitu saja terbawa arus konsep "cantik" seperti yang digambarkan media. Namun, ketika pertanyaan lebih lanjut mengenai mengapa menggunakan produk kosmetik tertentu (83 responden), hanya 7 orang yang menekankan pada fungsi produk kosmetik (membersihkan kotoran debu dan menghindari iritasi kulit). Selebihnya menggunakan kosmetik untuk alasan kecantikan (memutihkan dan menghaluskan kulit, biar cantik, segar, dan wangi) (blogspot.com).

Penelitian di atas menunjukan bahwa usaha mempercantik diri secara fisik tetap dilakukan oleh para wanita untuk menunjang rasa percaya dirinya,meskipun mereka tidak menganggap kecantikan semata-mata secara fisik.

Mahasiswi pun tidak mau ketinggalan dalam usahanya mempercantik diri mereka. Banyak cara dalam usahanya untuk menunjang penampilannya dan rasa percaya dirinya. Dalam penelitian Yuli Noor Hidayati (2003)tentang imitasi dalam membeli produk kosmetik sebagai variabel bebas dan rasa percaya diri sebagai variabel terikat yang mana populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi psikologi angkatan 2000 dengan sampelnya diambil menggunakan purposive sampling yang jumlah sampelnya 68 orang. Data diperoleh dari penyebaran angket imitasi dalam membeli produk kosmetik dan angket rasa percaya diri. Adapun analisa datanya menggunakan korelasi product moment.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan negative yang sangat signifikan antara kecenderungan imitasi dalam membeli produk kosmetik dengan rasa percaya diri dengan ( r = -0, 448 ). Sementara sumbangan imitasi terhadap rasa percaya diri sebesar 20,1 % dan sisanya 79,9 % dari faktor lain.( Undergraduate Theses from JIPTUMM; Digital Libarary of ITB : www.digilib.itb.ac.id)

Dari penelitian diatas terlihat bahwa banyak usaha yang dilakukan mahasiswi untuk mempercantik diri guna menunjang rasa percayadirinya.

Minggu, 18 Mei 2008

Bayi & Stres

Karena belum bisa berbicara maka bayi mengekspresikannya melalui tangisan. Sayangnya, tak semua ibu mengenali tanda-tanda stres pada bayinya.

Jika tak segera diatasi dikhawatirkan stres akan berdampak secara spikologis hingga si kecil Anda beranjak dewasa. Apa tanda-tanda bayi yang mengalami stres? Apa penyebab dan bagaimana mengatasinya?

Tanda-tanda si kecil stres

  • Jadi lebih rewel
    Sebagai ibu, Anda tentu memahami makna tangisan si kecil. Coba perhatikan, apakah frekuensi dan intensitas tangisan lebih sering dari biasanya? Jika biasanya selama tidur ia tidak pernah menangis kecuali ngompol atau haus, kini tiap malam ia menjadi rewel tanpa sebab. Bisa jadi si kecil Anda mengalami stres.

  • Tidur gelisah
    Perhatikan tidur si kecil, apakah tidurnya tenang atau terlihat gelisah. Selain gelisah, bisa jadi ia tiba-tiba terbangun dan menangis tapi bukan karena popoknya basah atau waktunya minum susu.

  • Berat badan turun
    Susah makan dan tidak mau minum susu. Kemudian secara bertahap berat badannya akan menurun.
  • Tampak murung dan tidak ceria
    Ketika diajak bermain dan berkomunikasi anak seolah enggan merespon dan seperti bersikap 'dingin'. Gayanyapun tidak ceria seperti biasa.
  • Tidak mau lepas/ ditinggal
    Biasanya si kecil tak bermasalah jika ibunya tak ada disisnya untuk beberaa saat. Tapi kini tiba-tiba ia selalu ingin berada di sisi Anda dan menangis jika Anda pergi sebentar dari sisinya.

Kenali penyebabnya & solusi
Stres yang dialami bayi disebabkan karena berbagai hal. Semakin dini mengetahui penyebab, semakin mudah penanganannya

· Rasa sakit dan tidak nyaman yang dirasakan oleh si kecil bisa menjadi pemicu stres. Bila orang dewasa dengan mudah mengeluhkan apa yang dirasakan, maka bayi belum bisa melakukannya dan akan menunjukkannya lewat tangisan. Jika pelukan Anda tidak bisa menenangkannya, segera bawa dia ke dokter.
Cuaca yang tidak mendukung, misalnya udara terlalu dingin atau terlalu panas. Segera atasi ketidaknyamanan tersebut dan pahami kebutuhannya. Misalnya tambahkan selimut jika ia kedinginan dan nyalakan AC/ kipas angin jika suhu terlalu panas.

· Merasa tidak nyaman dengan kondisi sekitarnya juga bisa membuat si kecil stres. Misalnya, pergantian pengasuh baru. Jika memang faktor penyebabnya adalah perawatan pengasuh yang memang tidak nyaman, tidak ada jalan lain kecuali menggantinya.

· Suasana rumah yang terlalu ramai kerapkali membuat si kecil merasa tidak tenang beristirahat. Mulai sekarang cobalah menciptakan kondisi rumah yang menyenangkan dan tenang bagi si kecil.

· Si kecil merasa diabaikan. Misalnya Anda terlalu sibuk dengan urusan lain sehingga sering meninggalkan si kecil tidur atau bermain sendirian. Jika Anda ibu bekerja, maka atur waktu sebaik mungkin bagi si kecil Anda agar ia tidak merasa kesepian.

Sourse: http://www.conectique.com/tips_solution/parenting/health/article.php?article_id=4965&_page=1

Selasa, 13 Mei 2008

Multy Cultural, kekayaan sekaligus ancaman.....

keanekaragaman budaya di indonesia menghadirkan pula beragam karakter dalam tiap etnisnya. perbedaan bisa menjadi suatu kekayan membanggakan bagi sebuah bangsa, namun hal ini juga dapat menjadi salah satu pemicu adanya kontak negatif antar perbedaan tersebut.

Indonesia, selalu bangga dengan multi etnis dan budaya yang dimilikinya. Namun tanpa disadari Indonesia juga manjadi negara yang kaya konflik. mulai dari awal kemerdekaan, bahkan hingga saat ini, setelah hampir 63 tahun kemerdekaan. hal ini tidak bisa dihindari karena multi etnis dan multi kultur yang ada menyebabkan terciptanya prasangka antar kelompok etnis dan budaya karena perbedaan nilai yang ada.

Bersambung......

Pengaruh Musik Klasik Terhadap Perilaku Tidur Anak yang Mangalami Insomnia

Insomnia

Insomnia adalah kesulitan untuk tidur atau kesulitan untuk tetap tertidur, atau gangguan tidur yang membuat penderita merasa belum cukup tidur pada saat terbangun. Penderita mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari dan sepanjang hari merasakan kelelahan. (http://www.medicastore.com).

Gangguan tidur ini juga terjadi pada anak-anak dimana anak menjadi sulit untuk tidur selain itu pada saat tidur pun anak menjadi gelisah dan sering terbangun. Pada saat siang hari anak akan mudah mengantuk, resah, sulit berkonsentrasi, sulit mengingat gampang tersinggung. Hal ini di karenakan tidur merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang memiliki fungsi perbaikan dan homeostatik (mengembalikan keseimbangan fungsi-fungsi normal tubuh) serta penting pula dalam pengaturan suhu dan cadangan energi normal, dank arena tidur yang tidak sempurna inilah sehingga tubuh tidak dapat beristirahat secara total.

Di AS, sekitar 84% anak usia 1-3 tahun memiliki gangguan tidur menetap. Mereka tak bisa segera tidur nyenyak atau kerap terbangun di malam hari. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan penelitian sebuah lembaga kesehatan tahun 2005, 51,3% dari 80 anak usia prasekolah terbukti mengalami gangguan tidur. (dr.Prasanthi : http://feeds.feedburner.com/zoelgebe)

Kelelahan yang di alami oleh anak yang mengalami kesulitan tidur sangatlah berpengaruh pada pola emosinya, seperti resah, gampang tersinggung, malas (karena kelelahan). Keadaan ini juga sudah pasti berpengaruh pada kegiatan sehari-hari anak disekolah maupun dilingkungan.

Anak yang mengalami insomnia sering kali tidak tenang saat akan tidur, anak menjadi cenderung aktif dan bahkan terkadang akan bergerak kesana kemari sehingga orang tua akan kesulitan menidurkan si Anak.

Ada dua fase tidur yang punya peran penting, yakni rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (Non-REM). Istilah pertama lebih dikenal sebagai tidur aktif. Dalam keadaan tidur aktif, tubuh dapat bergerak-gerak, mata bergerak cepat di balik pelupuk, serta detak jantung dan pernapasan tak teratur. Otak juga sangat aktif. Pada bayi dan anak, sel-sel otak tumbuh sangat cepat di fase ini. Inilah yang memengaruhi perbaikan emosi dan kognisi. Bila Anda kerap mendapatkan anak terbangun, mengigau kecil atau tidur lasak (Sunda:motah), ia tengah berada pada fase tidur aktif ini.

Lawan tidur aktif adalah tidur pasif atau tenang (Non-REM). Dalam keadaan begini anak tidur tenang, tanpa gerakan. Sebaliknya, tidur tenang berperan penting dalam aspek pertumbuhan fisik anak. Perbaikan sel tubuh terjadi pada fase ini.
Bayi yang baru lahir biasanya lebih banyak mengalami tidur aktif (REM). Sedangkan anak balita ke atas, tidur aktif hanya menguasai sepertiga waktu tidurnya. Tidur anak yang ideal adalah bila ia mengalami fase tidur ini, namun pada anak dengan gangguan tidur insomnia fase ini hamper tidak dapat dicapai.

Sedangkan penyebab insomnia ini pun sangat beragam. Khususnya pada anak-anak, gangguan tidur ini disebab kan antaralain karena 2 faktor yaitu , fisik dan psikis. Dari factor fisik, anak mengalami diperkirakan gangguan pembesaran tonsil, asma, pencernaan, nyeri kronik (gigi, telinga, otot), dan gangguan-gangguan fisik lainnya. Sedangan faktor psikis dan lingkungan juga punya andil besar. Bergantinya tempat tidur, pindah kamar, cara orang tua mengatur tidur anak, atau berubahnya jadwal aktivitas kesehariannya, serta keadaan stess yang dialami anak.

Hal inilah yang mengakibatkan anak menjadi sulit tidur dan juga gelisah saat tidur.

Saat tidur terjadi perubahan gelombang listrik otak. Jika dalam keadaan siaga (terjaga), frekuensi gelombang otaknya tinggi. Dalam keadaan istirahat dan memejamkan mata, otak mengeluarkan gelombang alfa dengan frekuensi 8 - 13 Hz. Menuju stadium tidur lebih dalam, gelombang otak akan memperlambat diri, menjadi 3-7 Hz. Gelombang ini disebut gelombang theta. Selanjutnya, bila tidur sangat dalam, timbul gelombang delta, 1 - 4 Hz. Menurut beberapa peneliti, semakin banyak gelombang kecil per detiknya, semakin lelap dan tenang tidur seseorang.

Gelombang otak

Otak kita setiap saat menghasilkan impuls-impuls listrik. Aliran listrik ini, yang lebih dikenal sebagai gelombang otak, diukur dengan dua cara yaitu amplitudo dan frekuensi. Amplitudo adalah besarnya daya impuls listrik yang diukur dalam satuan micro volt.

Frekuensi adalah kecepatan emisi listrik yang diukur dalam cycle per detik, atau hertz. Frekuensi impuls menentukan jenis gelombang otak yaitu beta, alfa, theta, dan delta. Jenis atau kombinasi dan jenis gelombang otak menentukan kondisi kesadaran pada suatu saat. (http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=11869)

Pandangan keliru yang selama ini ada dalam benak banyak orang adalah otak hanya menghasilkan satu jenis gelombang pada suatu saat. Saat kita aktif berpikir kita berada pada gelombang beta. Kalau kita rileks kita berada di alfa. Kalau sedang ngelamun, kita di theta. Dan, kalau tidur lelap kita berada di delta. Pandangan itu salah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suatu saat, pada umumnya, otak kita menghasilkan empat jenis gelombang secara bersamaan, namun dengan kadar yang berbeda. Dalam kondisi tertentu, misalnya meditasi, kita dapat secara sadar mengatur jenis gelombang otak mana yang ingin kita hasilkan.

Setiap orang punya pola gelombang otak yang unik dan selalu konsisten. Keunikan itu tampak pada komposisi ke empat jenis gelombang pada saat tertentu. Komposisi gelombang otak itu menentukan tingkat kesadaran seseorang. Meskipun pola gelombang otak ini unik, tidak berarti akan selalu sama sepanjang waktu. Kita dapat secara sadar, dengan teknik tertentu, mengembangkan komposisi gelombang otak agar bermanfaat bagi diri kita.

GelombangBeta
Beta adalah gelombang otak yang frekuensinya paling tinggi. Beta dihasilkan oleh proses berpikir secara sadar. Beta terbagi menjadi tiga bagian, yaitu beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan beta tinggi 21-40 Hz. Kita menggunakan beta untuk berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Meskipun beta sering kali “menghilang” saat kita memfokuskan pikiran, beta tetap dibutuhkan agar kita dapat menyadari dan ia di luar diri kita. Bersama dengan gelombang lainnya, beta sangat dibutuhkan dalam proses kreatif. Tanpa beta, semua kreativitas yang merupakan hasil pikiran bawah sadar akan tetap terkunci di bawah sadar, tanpa bisa terangkat ke permukaan dan disadari oleh pikiran.

Beta dengan frekuensi 13 s/d 40 hz :

    • Alam sadar.
    • Kondisi sadar penuh.
    • Waspada, siap siaga.
    • Berpikir logis, daya analitik dan kognitif tinggi.
    • Berfungsinya otak bagian kiri.

Walaupun beta merupakan satu komponen yang sangat penting dalam kondisi kesadaran kita, bila kita beroperasi semata-mata hanya dengan jenis gelombang ini, tanpa didukung oleh frekuensi yang lebih rendah, maka akan menghasilkan satu kehidupan yang dipenuhi dengan kekhawatiran, ketegangan, dan proses berpikir yang tidak focus.

Gelombang Alfa

Alfa adalah jenis gelombang yang frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz. Alfa berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra dan apa yang terjadi atau dilihat dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerbang bawah sadar.

Alpha dengan frekuensi 8 s/d 12 hz :

    • Jembatan antara alam sadar dan alam bawah sadar.
    • Kondisi sadar tanpa beban.
    • Rileks, tenang.
    • Kondisi mental kondusif untuk belajar cepat dan berpikir kreatif.
    • Mulai berfungsinya otak bagian kanan.

Gelombang Theta

Theta adalah gelombang otak pada kisaran frekuensi 4-8 Hz, yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar (subconsciaus mind). Theta muncul saat kita bermimpi dan saat terjadi REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang kita dan juga merupakan gudang inspirasi kreatif. Selain itu, pikiran bawah sadar juga menyimpan materi yang berasal dan kreativitas yang ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yang ditekan.

Theta dengan frekuensi 4 s/d 8 hz :

    • Alam bawah sadar.
    • Kondisi rileksasi yang dalam.
    • Pusat kreatifitas, inspirasi dan intuisi.

Gelombang Delta

Gelombang Delta Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dan pikiran nirsadar (unconscious mind). Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik.

Saat seseorang mengalami insomnia gelombang otak tidak dapat mencapai keadaan frekuensi dibawah frekuensi gelombang Beta, sehingga ia tidak dapat merasa tenang saat tidur karena keadaan tidur yang rileks terjadi saat gelombang otak berada pada frekuensi dibawah beta. (Dr.Iskandar Japardi , Fakultas Kedokteran Bagian Bedah Universitas, Sumatera Utara.)


Musik klasik dan Gelombang otak

Sudargo Grace, seorang musisi dan pendidik menyatakan bahwa musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter bahkan raga manusia. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa musik klasik mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan rendah. Nada-nada inilah yang memberikan stimulasi berupa gelombang alpha yang dapat memberikan ketenangan, kenyamanan dan ketentraman (www.klinikmedis.com).

Gordon Shaw dan Frances Rauscher (1993) mengadakan penelitian tentang pengaruh dari music klasik karya Wolfgang Amadeus Mozart, dan hasil penelitian yang mereka dapatkan yaitu bahwa terdapat pola pada saraf yang berinteraksi secara berurutan, dan ini muncul karena sebelumnya pada suatu bagian dalam otak merespons frekuensi tertentu. Efek Mozart terletak pada ketukan lagu yang seirama dengan irama detak jantung.

Siegel (1999) mengatakan bahwa musik klasik menghasilkan gelombang Alfa yang menenangkan yang dapat merangsang sistem limbik jaringan neuron otak. Hal yang sama dikemukakan Campbell (2001) dalam bukunya ”Efek Mozart” mengatakan musik Barok (Bach, Handel dan Vivaldi) dapat menciptakan suasana yang merangsang pikiran dalam belajar. (http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/30/..)

"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh".

Campbell pada tahun 2002 dalam bukunya “Efek Mozart”, mengatakan musik romantic seperti ; Schubert, Schuman, Chopin dan Tchaikovsky dapat digunakan untuk meningkatkan perasaan halus (kasih sayang dan simpati). Musik digambarkan sebagai salah satu bentuk murni ekspresi emosi.